28.9.05

Hari ini big boss udah kembali dari business trip. Biasalah, membawa oleh-oleh pekerjaan. Untung tugas akhir untuk mata kuliah hari ini udah 80% kelar, jadi nggak kemrungsung. Apalagi jadi nggak perlu ada ujian akhir. Kalau ada, wah, nggak kebayang deh. Gimana nggak? Sabtu dan Selasa kemarin, aku mesti mengarang indah untuk ujian akhir Filsafat Pendidikan dan Strategi Pembelajaran. Terutama SP ini. Pertanyaannya sih cuma ada tiga, tapi semuanya aplikatif, dengan judul “what if”…hehehe…Yess! Mesti berimajinasi nih.

By the way, denger-denger akan ada demonstrasi besar-besaran di Jakarta dalam rangka menolak kenaikan harga BBM. Bisa masuk kuliah gak ya hari ini? Atau bisa masuk kuliah tapi gak bisa pulang? Wah, gawat deh. Bisa-bisa nggak ngumpulin tugas akhir. Tapi moga-moga aja nggak segitu parahnya.

Aku setuju nggak ya? Based on my business knowledge sih, aku bisa ngerti alasan pemerintah mau menaikkan harga BBM. Tapi apa iya, govt udah nggak bisa nyari solusi lain? Menyita harta koruptor? Wah, gak mungkin bisa keep up dengan situasi pasar. Habis nggak semudah itu kan ngejar-ngejar koruptor.

Kalau harga BBM naik, berarti biaya transportasi bakal naik, makan di kantin jadi lebih mahal, beli baju juga lebih mahal, biaya listrik naik juga, menambah budget untuk keperluan sehari-hari sedangkan gaji gak naik bo'...Paling cepet naiknya tahun depan. Itu pun belum tentu meng-cover hal2 ini dan juga inflasi. Aaa...dan akan sulit buat bikin dapur tahun depan. Ada 2 cara pokok meningkatan penghasilan. Intenfikasi dan diversifikasi. Kalau minta gaji naik, wah, susah juga. Perusahaan aja sedang mengadakan efisiensi bertahap gara-gara biaya produksi dan overhead menjadi lebih tinggi. So berhubung intensifikasi kayaknya bakal sulit, ya mesti diversifikasi. Tapi usaha apa ya? Jualan balon anak2 aja hehehe...Modal 400 perak + angin = 1500 hahaha...

No comments: