4.9.05

Malam Minggu Kelabu

Judul ini nggak ada kaitannya dengan status jombloku lho hehehe...

Berangkat kuliah siang hari bolong. Terik sinar matahari di Bogor pinggiran timur ini kayaknya nggak ramah. Udah bisa ketebak, kalau panas terpaan sinar matahari bakalan bikin pusing aku. And correct! Nyampe di kampus, kepala mulai nyut-nyutan. Mata juga mulai terasa tertusuk-tusuk. Denger-denger ini yang namanya sunstroke. Wah....sakit banget deh. Ampuuunn.....Selama kuliah Filsafat Pendidikan, cuma bisa megangin kepala dan mijit kelopak mata supaya nggak terasa. Istirahat setengah jam yang diberikan cuma kuisi dengan tidur yang bener-bener nggak nyaman. Susahnya tempat aktivitas jauh dari tempat tinggal. Meski kejadian seperti bukan yang pertama aku alami, kalau aku kerja di kantor yang cuma 15 menit dari rumah, aku bisa minta ijin pulang untuk tidur 2-3 jam-an, karena penyakit kayak seperti ini hanya bisa aku redam dengan berbaring dan memejamkan mata tanpa aktivitas lain, alias mesti tidur. Tapi kemarin gejalanya muncul di kampus. It takes an hour and half untuk pulang ke rumah. Jadi, aku putuskan untuk tetap mengikuti kuliah mesti nggak bisa konsentrasi. So, kan nanti pulangnya tetep ada temen-temen yang arah pulangnya sama. Dan nggak sia-sia juga bertahan di kelas, karena kemudian ada tugas kelompok pada sesi kedua.

And setiap malam minggu, angkutan umum selalu penuh. Dan sabtu kemarin pun begitu. Harus berjalan 500 meteran sampai mendapatkan angkutan umum yang memungkinkankun duduk. Anehnya, sakit kepala berkurang. Apa gara-gara hari Jumat kemarin aku kebanyakan tidur ya, sehingga aktivitas fisik berkurang. Sampai di pintu tol Cibubur, sakit kepalaku terasa banget. Perut juga mulai mual-mual. It seemed I would throw up. Tapi nggak bisa. Ee...sampai Cileungsi, angkot yang kutumpangi harus off road ke cikuda. Udah deh, sukses menghayati ras sakit di kepala dan mata. Seperti mau pingsan aja. Nyampai di rumah, aku minum teh hangat, dan badanku mulai segar kembali. Well, sewaktu sampai pintu tol Cibubur, aku emang udah minta tolong adikku untuk memasak air hehehe...Nggak apa-apa kan memperkaryakan adik?

Oh iya, hari minggu kemarin, aku dan keponakanku pergi ke Plaza Cibubur untuk ikutan lomba mewarnai. Kasihan Dyah. Kami nggak membawa meja gambar. Terpaksa deh memakai buku gambar sebagai alasnya. Tapi untungnya dia pede aja meski lihat temen-temennya pada bawa buku gambar, crayon dengan 55 warna, dan bahkan ada yang bawa bantal buat alas duduk! Wah...wah....heboh banget ya anak-anak. Meski keponakanku nggak menang, dia tampaknya senang bisa ikutan ajang seperti ini. Mungkin tahun depan ikut lagi untuk melatih keberanian. Ngomong-ngomong masalah keberanian, ada games dan kuis yang dipandu panitia setelah acara mewarnai dan makan siang selesai. Ketika ditanya, binatang apa sih yang menjadi inspirasi batman, keponakanku mengangkat tangan. Sebenarnya dia nggak tahu jawabannya. Dia kan cuma nonton Dora dan Spongebob. Ada anak laki-laki yang bilang bahwa batman itu burung hantu, Dyah pun ikut-ikutan menjawab burung hantu. Sukses deh para orang tua ketawa ngakak. Aku aja langsung ingat burung hantu itu sebagai 'kita tanyakan pada Galileo' (yang menggerakkan kepala ke kanan dan ke kiri) hahaha...Wajahnya merah kepiting. Tapi dia nggak pantang menyerah. Terus mengangkat tangan setiap kuiz yang dilontarkan meski dia udah nggak bisa dapet giliran menjawab.

No comments: